WARGA BARARAWA & PT BKI DIMEDIASI

Tamiang Layang, eKSPOSIA - Adanya aksi warga Desa Bararawa, Kec Pematang Karau, Kab Barito Timur, Kalteng yang sempat memportal jalan perusahaan PT Borneo Ketapang Indah (BKI) di wilayah mereka, belum lama ini, menimbulkan dampak ekonomi yang tentu saja tidak mengenakkan. Setidaknya, kelancaran operasional perusahaan jadi terhambat.

Agar aksi warga dan ‘ketegangan’ antara kedua belah pihak tidak semakin meruncing, pihak Polres Barito Timur akhirnya berinisiatif mempertemukan warga Desa Bararawa dengan manajemen PT BKI di aula Polres Bartim, Rabu 12 Juni 2012. Dikatakan oleh Wakasat Reskrim yang mewakili Kapolres & Kasat Reskrim, dalam hal ini aparat bersikap netral & obyektif, agar dapat mengurai akar simpul dari masalah yang ada. Dan nantinya, dapat dicarikan solusi yang baik, yang tidak merugikan kedua belah pihak.

Sementara dipaparkan oleh Kades Bararawa, Salafudin, yang menjadi pangkal masalah adalah lahan milik desa yang justru dijual oleh beberapa orang non warga desa setempat. Tanpa koordinasi dengan pihaknya, dan yang kemudian jadi masalah adalah perusahaan membelinya.

“Dari monografi desa dan keterangan dari tetua adat seperti Demang, di sini jelas dinyatakan bahwa lahan seluas 200 hektar berupa rawa itu, milik Desa Bararawa. Kami ingin mempertanyakan, kenapa pada saat membeli pihak perusahaan tidak melakukan cek betul-betul di lapangan?” ungkapnya.

Pihak PT BKI sendiri menjawab bahwa mereka yang dihadirkan saat ini, bukanlah yang melakukan pembelian pada awalnya. Untuk itu mereka akan menanyakan lebih dulu pada pegawainya yang menangani hal tersebut. Mengenai tuntutan warga agar masalah ini secepatnya diselesaikan, mereka menyatakan tidak berwenang memutuskan, karena ketiga petinggi perusahaan kelapa sawit yang hadir saat ini, bukanlah pengambil keputusan (decission maker)

Mediasi pada akhirnya menghasilkan keputusan yang belum final. Pihak Polres meminta tenggat waktu dua minggu pada warga, agar perusahaan bisa segera menyiapkan keputusan mutlak. Sedangkan warga diminta agar bersabar dulu menunggu dalam kurun waktu tersebut.   iwan “resa” prasetya

ZAIN HARAPKAN PENINGKATAN MENTALITAS PENDIDIK, DI SAMPING KUALITAS

P Zain di rarenTamiang Layang, eKSPOSIA-  Dunia pendidikan tidak akan termanajemen secara profesional, tanpa adanya kualitas dan mentalitas yang baik dari para pendidiknya. Oleh sebab itulah, secara berkala, kualitas –khususnya di bidang Sumber Daya Manusia (SDM)— para guru harus terus diasah agar mampu memberikan transfer ilmu secara maksimal kepada anak didik.

“Namun peningkatan kualitas, harus disertai juga dengan perubahan mentalitas. Faktor mentalitas ini sangat penting bagi para guru, supaya proses belajar mengajar dapat terwujud secara profesional,” kata Bupati Barito Timur Drs H Zain Alkim, dalam sambutannya  di acara Sosialisasi Lembaga Pusat Pelatihan & Motivasi (pelatihan bagi kalangan pendidik), di Aula Kantor Camat Raren Batuah, Kab Barito Timur, Kamis siang (7/ 3/ 2013).

Zain yang dulu pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan di Kabupaten Barito Utara itu, mencontohkan mentalitas pengajar yang baik adalah jika satu hari saja tidak hadir melaksanakan tugas mengajarnya, maka ia akan merasa berdosa.

“Baik rasa berdosa pada anak didiknya, rasa berdosa pada dirinya sendiri, juga rasa berdosa kepada negara,” imbuh Zain di hadapan + 125 orang peserta acara tersebut.

Pelatihan yang digelar di Kecamatan Raren Batuah & Kecamatan Dusun Tengah pada tanggal7 – 19 Maret 2013, serta Kecamatan Dusun Timur pada tanggal 22 – 30 Maret 2013 itu, digelar oleh Yayasan Bina Baat Agaphe dari Banjarmasin, selaku lembaga trainer yang cukup dikenal aktif.

“Kami memandang kegiatan ini sangatlah perlu untuk meningkatkan etos serta profesionalitas para guru. Oleh karena itulah, kami meminta dukungan Bapak Bupati Bartim, guna melaksanakan kegiatan bertema: “Melalui Optimalisasi Kinerja Guru, Kita Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kabuapten Barito Timur (Through Optimalization of Teacher’s Performance We Improve the Quality of Education at East Barito Regency),” demikian dipaparkan Ketua Yayasan Agaphe-banjarmasin, Dr Dedy Setianto dalam sambutannya.  nia

 

 

 

 

BARITO TIMUR; 10 YEARS SUCCESSFUL

Oleh:Iwan “Resa” Prasetya

            Sejak Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah berdiri pada tahun 2002, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2002 (tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Barito Timur), ada satu hal yang seharusnya diakui oleh kita semua. Yaitu, perubahan yang terus terjadi selama sepuluh tahun (dan akan menuju 11 tahun pada tahun 2013). Suka atau tidak, semestinya kita akui itu.

Tak ada sistem yang sempurna. Bahkan orang Barat yang selalu cenderung perfeksionis pun mengatakan “No body’s perfect” (tidak ada yang sempurna). Kekurangan tentu selalu ada, dan tergantung bagaimana kita memandangnya. Orang skeptis akan mengatakan kekurangan itu sebagai sebuah kegagalan. Tapi orang optimis akan memandang kekurangan itu sebagai bahan evaluasi untuk menuju penyempurnaan.

Sebagai ‘anak’ yang terpisah dari induknya di usia yang ke-10, Barito Timur telah menunjukkan sebuah dinamika pembangunan yang menunjukkan grafik meningkat. Tahun 2004, saluran telekomunikasi seluler masuk. Disusul pada tahun-tahun berikutnya, Bendungan/ Dam Karau di Kecamatan Dusun Tengah dibangun. Tak tanggung-tanggung, proyek yang banyak manfaatnya untuk pertanian (irigasi) ini dibangun oleh konsorsium beberapa negara seperti Jepang & Swiss.

Dan perlahan-lahan, kantor-kantor pemerintahan mulai dibentuk sebagai sarana pemermudah pelayanan kepada masyarakat. Lambat laun, yang semula menyewa di rumah-rumah penduduk, pada akhirnya menjadi gedung ‘definitif’ yang tak perlu pusing memikirkan biaya sewa lagi. Dan secara efek paralel, pembangunan ini juga memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Rumah barak, rumah kontrakan, rumah makan, ATM, toko dan banyak lagi terus bertambah meramaikan Tamiang Layang yang semula terasa sunyi.

Di sisi yang paling penting, Pemerintah Kabupaten Barito Timur yang dikomandani Bupati Drs H Zain Alkim juga telah melahirkan banyak karya. Di antaranya pemekaran kecamatan, yang semula hanya enam kecamatan saja yaitu Dusun Tengah, Patangkep Tutui, Pematang Karau, Dusun Timur, Awang dan Benua Lima, kini sudah menjadi sepuluh kecamatan dengan bertambahnya kecamatan hasil pemekaran; Raren Batuah, Paku, Karusen Janang dan Paju Epat .

Suka atau tidak harus diakui Drs H Zain Alkim sudah me’make up’ Barito Timur (Bartim) sedemikian rupa sehingga terlihat jauh lebih ciamik. Sarana dan prasarana masyarakat di pedesaan-pedesaan seperti akses jalan, bangunan pemerintahan, pelayanan kesehatan dan lain-lain, terus dibangun secara bertahap menyesuaikan ‘kekuatan finansial’ alias Anggaran Pendapatan & Belanja Daerah (APBD) Bartim.

Dan bicara APBD Bartim, dari tahun ke tahun, terjadi peningkatan yang signifikan. Seperti yang dikatakan Zain Alkim dalam satu kesempatan, “Walaupun untuk membangun Bartim yang luasnya 3.834 km²  ini diawali dengan dana yang sangat minim, selama lima tahun berselang APBD Bartim terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2007, APBD kita mencapai Rp 331 miliar, kemudian di tahun 2008 Rp 278 miliar, sempat juga turun di tahun 2009 menjadi Rp 376 miliar. Kita lalu genjot lagi lebih keras di tahun 2010 sehingga bisa naik menjadi Rp 387 miliar. Hingga pada tahun 2011 APBD Bartim mencapai Rp 455 miliar dengan kenaikan yang cukup signifikan,” paparnya.

Dijelaskan pula oleh Zain, bahwa pembangunan yang dilaksanakan Pemkab adalah merupakan skala prioritas karena untuk mendahulukan pelayanan terhadap publik. Adapun keberhasilan yang dicapai, adalah berkat kerja keras kolektif semuanya secara team work, bukan berkat dirinya saja.

“Keberhasilan pembangunan yang telah dicapai ini merupakan hasil kerja keras bersama seluruh jajaran pemerintah (eksekutif), legislatif, swasta, dan masyarakat itu sendiri. Dan upaya yang dicapaipun telah mendapat penilaian baik dari pemerintah provinsi maupun pusat. Sekarang, ekonomi Barito Timur berada pada urutan ke tiga sehingga menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan secara keseluruhan,” terang Zain lagi.

Oleh sebab itu, apakah salah jika kemudian dikatakan bahwa seorang Zain Alkim –bagaimanapun juga telah—sukses membawa Barito Timur ke level yang lebih baik daripada sebelumnya? Mungkin pertanyaan ini akan diapresiasi sebagai sesuatu yang bersifat politis menjelang Pemilu Kada Bartim 2013 mendatang. Namun ini tetaplah sebuah hal yang bersifat evaluatif,, kalaupun dipertanyakan beberapa tahun sebelumnya. Sekali lagi, secara obyektif harus kita akui Barito Timur telah mencapai kemajuan berarti selama 10 tahun ini. Agree? …. ***

SKANDAL-SKANDAL PANAS TERKINI

Godaan terberat para pejabat, barangkali bukanlah korupsi. Namun adalah wanita. Kenapa? Banyak fakta sejarah mengungkapkan, tumbangnya para politisi dan pejabat lebih banyak disebabkan karena wanita. Ingat Bill Clinton dulu nyaris terpuruk setelah terungkap skandalnya dengan si seksu Monica Lewinski?  Atau John F Kennedy Sr yang juga terbelit affair dengan bom seks Marilyn Monroe di AS tempo doeloe.

Sekarang, giliran Kepala Pasukan Sipil Bersenjata Singapura (SCDF) Peter Benedict Lim Sin Pang yang menjadi contoh skandal seperti ini. Lim dituduh berhubungan dengan tiga wanita (sekaligus) dengan dalih gratifikasi seksual demi pemenangan tender di SCDF. Lim, tentu layak dijuluki playboy jempolan, dan dari  ketiga teman kencannya, yang banyak disorot adalah Pang Chu Mui, perempuan berusia 40 tahun yang berposisi sebagai General Manager Nimrod Engineering. Pang, bukanlah wanita lajang. Ia sudah menikah & punya anak. Gilanya, kedua insan yang sudah tak remaja lagi ini melakukan hubungan intim di tempat parkir Singapore Indoor Stadium.

Namun yang berikut, barangkali lebih gila lagi, dan terjadi di negeri kita sendiri.  Seorang wanita di Prov NTB, membuat penuturan mengejutkan bahwa ia pernah menjadi ‘budak seks’ beberapa oknum pejabat & anggota dewan. Pengakuan yang direkam dalam durasi sekitar 30 menit itu pun sontak menggegerkan . Si perempuan mengaku, dirinya beberapa kali melayani nafsu beberapa oknum pejabat & anggota DPRD setempat.

Dua LSM di Lombok Barat pun, langsung mengadukan rekaman perzinahan yang dilakukan oleh sang oknum dewan ke Badan Kehormatan di mana sang oknum dewan bertugas. Mereka menyatakan bahwa kasus ini menjadi contoh buruk bagi masyarakat dan harus segera ditanggapi agar tak terjadi pembiaran atas kasus amoral yang dilakukan oleh kalangan yang seharusnya terhormat dan menjadi suri tauladan publik.

Sementara, pengakuan mengejutkan datang dari aktris sensual Nikita Mirzani. Si ‘bohai’ yang tengah berperkara ini menyatakan jika ia bersedia dijadikan simpanan pejabat, dengan ‘harga’ di atas Rp 100 juta – Rp 1 miliar. Mungkin kalau dilogika, Nikita memang hanya bercanda. Tapi secara jujur, ia bercerita kalau ada seorang pengusaha kaya dari Pangkalan Bun, Kalteng, yang mau memperistrinya.

“Tapi nggak lah ya. Bukan tipe gua banget! Dia tua, pendek, mana..mmh..smell’s not good,” tuturnya cekikikan.  [iwanprasetya]

BALIHO TANPA IJIN KEMBALI DIPERINGATKAN

Pilkada 2013 di Kabupaten Barito Timur memang sudah dekat. Jadi, tak heran jika para bakal calon yang akan berlaga di perhelatan politik ini nanti, sudah jauh-jauh hari pasang aksi. Ada yang pendekatan lewat acara keagamaan, kunjungan ke mana-mana sambil bersosialisasi dll. Walaupun start kampanye resmi oleh KPU setempat belum lagi dimulai, balapan upaya menjaring simpati itu rasanya memang susah dibendung.

Yang jadi persoalan, semangat untuk menarik simpati massa itu ada yang berkesan ‘over energy. Disadari atau tidak, jadi sebuah hal yang melanggar peraturan. Seperti yang pernah terjadi, sampai ada beberapa baliho diturunkan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Barito Timur karena dipasang tanpa ijin dan isinya bernada kampanye, padahal belum waktunya.

Tadi sore (Selasa, 30/ Okt/ ’12), pihak Satpol PP terpaksa kembali mengambil tindakan peringatan serupa, terhadap beberapa atribut yang dianggap tanpa ijin maupun sudah lewat masa waktunya. Dengan berkoordinasi bersama Kantor Perijinan & Pelayanan Terpadu (KPPT) Bartim, Satpol PP menurunkan atribut-atribut tersebut di beberapa titik kota Tamiang Layang, ibukota Kab Bartim.

Kepada beberapa wartawan yang menyertai mereka, Kepala Kantor KPPT Bartim, Sangkurun Alex ST MT, mengharapkan agar ke depan, para kandidat yang berlomba di ajang Pilkada Bartim 2013 memperhatikan masalah ini. “Kita ingin agar mereka yang akan mencalonkan diri jadi Bupati/ Wakil Bupati Bartim nanti, memiliki ijin dulu sebelum memasang media kampanyenya. Dan lagi kita menilai, pencantuman nama yang bersangkutan menjadi calon (Bupati/ Wakil Bupati) Bartim itu belum waktunya. Masih ada beberapa tahapan yang akan dilakukan oleh KPU Bartim,” ujar Alex.

Saat eskposia  menanyakan apakah hal ini juga akan dikoordinasikan (lagi) pada para kandidat, mengantisipasi peristiwa serupa berulang, Alex mengiyakan. Menurut mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kab Bartim tersebut, pihaknya bersama Satpol PP, akan mengajak bicara mereka membahas aturan ini.

Berdampingan Alex, Kepala Satpol PP Bartim Bertholomeus Nyampai, menyatakan jika seharusnya para pemasang itu mengetahui aturan main atau peraturan lain yang berlaku. “Rasanya mustahil kalau mereka sampai tidak tahu, dan saya mengasumsikan adanya indikasi kesengajaan. Tapi semoga tidak, ya. Kita hanya ingin menekankan agar apa yang sudah di-Perda-kan bisa dihormati semua pihak. Khususnya bagi mereka yang akan mencalonkan diri. Tugas Satpol PP adalah untuk mengawal Peraturan Daerah (Perda) supaya dapat dipatuhi dan melakukan tindakan apabila peraturan tsb dilanggar,” papar Bertholomeus.   –iwanpras-