AKHIRNYA, ANCAMAN SI ‘KAKI GAJAH’ ENYAH

Tamiang Layang, eKSPOSIA – Setelah sempat melalui pembahasan cukup alot di DPRD Kabupaten Barito Timur, karena salah satu fraksi sempat bersikeras mencoret, akhirnya anggaran yang diajukan pihak Pemkab Bartim untuk ikut serta menyukseskan pemberantasan penyakit kaki gajah pun dikabulkan secara utuh. Dikatakan oleh Ketua DPRD Kab Bartim, Broe Lalano, melalui Wakil Ketua DPRD Bartim Ariantho S Muler ST MM, pada prinsipnya, legislatif telah sepakat dengan eksekutif dalam pelaksanaan penyuksesan program tersebut.

“Karena ini program nasional yang sudah dicanangkan oleh Pak Presiden Joko Widodo, maka kita berupaya semaksimal mungkin agar dapat dilaksanakan. Malahan kalau ditilik di poin anggaran di sana, rasanya kita tidak tega terhadap honor petugas medis yang turun di lapangan karena sangat minim. Bayangkan, hanya Rp 100 ribu saja. Kalau kita punya kemampuan, idealnya justru kita menambah. Tapi itulah, kita juga punya keterbatasan anggaran yang harus dipahami. Yang penting, apa yang sudah diajukan Pemkab Bartim melalui Dinas Kesehatan Bartim saat itu tidak dipangkas, karena ini menyangkut kualitas kesehatan penduduk,” papar Ariantho.

Bupati Bartim Ampera AY Mebas SE yang ditemui eKSPOSIA secara terpisah, juga menegaskan bahwa Pemkab Bartim konsisten dalam upaya mendukung program pemerintah pusat. Termasuk pelaksanaan program antisipasi penyakit kaki gajah atau filariasis, selama bulan Oktober kemarin. “Kita lakukan sesuai yang diajukan dan dilaporkan pihak Dinas Kesehatan Kab Bartim, serta dilakukan monitoring terus pelaksanaannya di lapangan,” ujar Ampera.

Dari pemantauan media ini, para petugas medis di Kab Bartim dibantu tenaga tambahan, telah memberikan obat secara cuma-cuma pada masyarakat per desa, disertai informasi aturan pakainya. Tak ada ditemukan adanya penyimpangan di lapangan sejauh ini, seperti dijualnya obat tersebut, misalnya.

Penyakit Kaki Gajah atau Filariasis sendiri memang merupakan salah satu penyakit berbahaya, yang menjadi pusat perhatian pemerintah saat ini. Filariasis juga terkenal sebagai penyakit menahun yang sangat merugikan, karena begitu seorang terserang penyakit ini, maka bekas yang ditimbulkan tidak dapat hilang. Bahkan jika tidak ada penanganan khusus, mampu membuat cacat penderitanya.

Gejala awal penyakit tersebut adalah demam tinggi yang tak kunjung sembuh selama 3-5 hari, demam tersebut biasanya sembuh ketika seseorang sering beristirahat, dan akan kambuh lagi ketika orang tersebut mengalami kelelahan.

Setelah mengalami demam, penderita kaki gajah akan mengalami pembengkakan kelenjar pada saluran kelenjar getah bening pada lipatan paha, warna kemerahan panas dan sakit pada ketiak, serta peradangan dan rasa panas mulai dari kaki sampai dengan lengan yang kemudian dilanjutkan dengan pembesaran seperti kaki gajah pada tungkai, lengan, buah dada serta buah zakar.

Jika ini berlanjut sampai keadaan kronis, maka pembengkakan akan terjadi secara permanen, dan akan sangat mengganggu penampilan serta aktifitas dari penderita, bahkan juga dapat menyebabkan cacat permanen. nia

.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s